Post Top Ad

Cari Di Blog Ini

Sunday, July 19, 2015

Perbedaan dan Pengertian Wisata Religi, Wisata Syariah dan Wisata Halal

Perbedaan dan Pengertian Wisata Religi, Wisata Syariah dan Wisata Halal. Terdapat tiga istilah berbeda tetapi bias makna, yaitu wisata religi, wisata syariah dan wisata halal. Apa perbedaan dan penekanannya.

  • Wisata Religi


Pada Perpres RI No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional pasal 14 ayat 1 menjelaskan bahwa Daya Tarik Wisata meliputi, Daya Tarik Wisata alam, budaya dan hasil buatan manusia.

Daya Tarik Wisata hasil buatan manusia dikembangkan dalam berbagai sub jenis atau kategori kegiatan wisata, satu darinya ialah wisata religi (religious tourism/ pilgrimage tourism).

Sedangkan Daya Tarik Wisata diartikan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

Maka wisata religi menekankan pada keunikan, keindahan dan nilai religi. Seperti objek wisata religi berupa mengunjungi masjid, peninggalan bangunan bersejarah yang bernilai religi, ziarah dan lain-lain.

Oleh karena itu wisata religi seringkali erat kaitan dengan wisata sejarah, yang merupakan bagian dari wisata budaya. Maka dalam Kementerian Pariwisata di bawah Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya, terdapat Bidang Pengembangan Wisata Sejarah dan Religi.

  • Wisata Syariah


Syariah adalah aturan dalam hukum Islam yang harus ditaati oleh orang yang beriman. Wisata syariah adalah kegiatan wisata yang sesuai dan tidak melanggar aturan hukum Islam.

Objek wisata syariah mencakup seluruh objek wisata yang ada, kecuali yang tidak sesuai dengan aturan hukum Islam. Objek wisata syariah dapat berupa pantai, taman rekreasi, pagelaran seni budaya dan lain sebagainya yang masih dalam koridor hukum Islam.

  • Wisata Halal


Wisata halal mengemuka karena sebab wisatawan Muslim yang datang ke negeri berpenduduk mayoritas non Muslim, dan mengalami kesulitan mendapatkan makanan yang halal. Sementara jumlah wisatawan Muslim terutama dari Timur-Tengah sangat besar jumlahnya.

Maka penyediaan wisata halal oleh negara-negara di dunia (terutama oleh negara yang mayoritas berpenduduk non Muslim), merupakan peluang bisnis yang memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

Berbagai Penjelasan tentang Pariwisata Halal


Halal ialah segala sesuatu yang bebas dari bahaya, yang digunakan untuk fisik dan bathin manusia. Seperti harta, makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan yang material dan penangannya dapat menjamin kehalalannya.

Oleh karena itu objek wisata halal ialah berupa penyediaan tujuan wisata berupa hotel, rumah makan, restoran dan lain sebagainya yang menggunakan material halal dan thoyyib, diukur melalui prosedur yang memenuhi syarat sertifikasi halal.

Penekanan wisata halal lebih kepada material dan cara penganganan yang halal dan thoyyib. Sehingga hotel, rumah makan, restoran dan lain sebagainya sangat ditekankan pada bahan material halal seperti ketersediaan makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, sabun, shampo dan sebagainya yang jelas kehalalannya.

Selain itu, halal tidak seperti istilah syariah yang memiliki cakupan lebih luas. Jika istilah syariah lebih kepada mengatur manusia dan seluruh aspeknya, istilah halal lebih kepada mengatur material dan seluruh penanganannya. Sehingga tidak ada istilah kolam renang halal, yang ada kolam renang syariah, yang penerapannya berupa menutup aurat.

Extra Ads