Kisah dari Habib Umar bin Al-Hafiz dan Amalan Pelunas Hutang
DESTINATOURTRIP.COM. Karena terjerat dengan tuntutan hidup atau gaya hidup mewah, banyak orang yang terjerat dalam hutang. Ketika itulah banyak yang mencari cara cepat bagaimana melunasi hutang. Cara islam adalah solusinya. Walaupun hutang sulit terbayar, namun sedikit tidaknya fikiran bisa tenang.
Sebab karena fikiran yang tak tenanglah, "kebiasaan berhutang untuk membayar hutang bisa dikuarngi. Lalu bagaimana cara melunasi hutang jika sudah terlilit masalah hutang? Berikut adalah solusi yang telah disebutkan dalam Al Qur’an agar kita bisa cepat membayar/melunasi hutang secepatnya.
Sebagaimana diceritakan oleh Habib Umar bin al-Hafidz, Suatu ketika Seorang lelaki mendatangi kediaman Syaikh Sya’rawi. Kepada Syaikh, ia menjelaskan masalahnya. bahwa ia bekerja di tempat yang syubhat (tidak jelas antara halal dan haramnya pekerjaan tersebut). Pun dengan berbagai produk yang dihasilkan ditempat kerjanya.
Akibat pekerjaannya tersebut, lelaki itu menjalani kehidupan yang sangat jauh dari ketenangan. Rumah tangganya tidak bahagia. Istri dan anaknya banyak makar. Dan berbagai keburukan lainnya.
Setelah mendengarkan penuturan lelaki tersebut, Syaikh Sya’rawi berkata, “Wahai anakku, Keluarlah dari pekerjaanmu.”
“Bagaimana mungkin aku keluar dari pekerjaanku, sementara hutangku kian menumpuk? Anak, istri dan beberapa orang keluargaku masih membutuhkan nafkah dari diriku.” jawab lelaki tersebut.
“Wahai anakku,” ujar Syaikh Sya’rawi, ketahuilah bahwa dalam Al Qur’an dijelaskan,
وَ مَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً
‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya jalan keluar (atas semua persoalan).’” (QS. ath-Thalaq [65]: 2)
Syaikh Sya’rawi melanjutkan pertanyaannya, “Mana yang lebih dulu disebutkan? Jalan keluar atau Taqwa?”
Sangat jelas disebutkan dalam ayat diatas, Bahwa Allah Ta’ala lebih dulu menyebutkan kata ‘taqwa’, baru kemudian ‘jalan keluar’.
Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan jalan keluar terlebih dahulu sementara diri kita berada dalam kemaksiatan dan berbagai amal keburukan lainnya?
Akhirnya, lelaki itu mau mengikuti nasihat Syaikh Sya’rawi, atas hidayah dari Allah Ta’ala. Tak lama kemudian, ia keluar dari pekerjaannya dan melamar pekerjaan yang lebih baik, bayarannya pun jauh lebih besar hingga akhirnya bia untuk menyicil hutangnya.
Beberapa bulan selanjutnya, lelaki itu dipindahkan ke Kuwait, kemudian dipindah ke Arab Saudi, dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah.
“Dia,” terang Habib Umar bin al-Hafidz, “mau memperbaiki dirinya, kemudian Allah Ta’ala melunasi hutangnya, kehidupannya pun menjadi lebih baik. Maka dari itu, wahai Saudaraku, Bertaqwalah kepada Allah, insyaallah dengan izin Allah jalan keluar akan terbuka. Bagaimana mungkin engkau minta jalan keluar sementara dirimu tidak bertaqwa (berada dalam kemaksiatan)?”
Mungkin, banyak di antara kita yang pernah membaca ayat diatas bahkan menghafal dengan maknanya. Namun, ada begitu banyak yang masih tenggelam dalam berbagai persoalan, padahal sudah mengetahui solusinya.
Bukankah Allah Ta’ala dengan sangat jelas menyebutkan, bertaqwalah maka akan diberikan jalan keluar. Dan amatlah mustahil diberi jalan keluar sementara diri masih bergelimang dalam sia-sia, dosa, dan maksiat.
Cara dan Amalan Atasi Hutang Menurut Islam
Tumpukan hutang yang membebani memang bikin kepala puyeng. Makan tak enak, tidur tak nyenyak. Pada saat seperti itu, terkadang hati jadi gelap dan bahkan mencoba cari pesugihan (naudubillah). Bagi Anda yang beragama Islam, beberapa tips berikut semoga bisa membantu Anda mengatasi hutang-hutang Anda
Taubat Nasuha
Yang perlu pertama kali kita lakukan adalah mengoreksi diri. Jangan-jangan kita punya banyak dosa. Coba ingat-ingat bagaimana hubungan kita dengan orang tua, mertua. Coba ingat-ingat pernahkan kita dekat dengan larangan Allah SWT, pernahkah menyakiti sesama manusia, atau makhluk hidup lain.
Jika iya, segera minta maaf pada yang kita sakiti. Jika pada ortu, cobalah sungkem dan memohon relaannya. Setelah itu, ambil air wudhu, sholat sunnat 2 rakaat dan baca istighfar sebanyak-banyaknya.
Berjanji untuk tidak mengulangi dosa-dosa tersebut.
Selain taubat akan berbagai hal yang menyebabkan kita berhutang, kita juga berjanji untuk tidak mengulangi berbagaihal yang cendrung membuat kita mendapatkan teguran dari Allah SWT.Perbanyak Puasa
Cobalah mulai dengan 3 hari di tiap bulan, jika kita sudah mampu lebih, coba dengan senin-kamis. Pada puncaknya, coba puasa Dawud (namun ini berat).Puasa akan embakar nafsu kita, sehingga fikiran lebih jernih untuk ibadah maupun kerja keras buat membayar hutang.
Perbanyak Silaturahmi
Cobalah untuk mendatangi sahabat atau keluarga jauh Anda. Sambunglah lagi persaudaraan. Jangan berharap macam-macam, insya Allah jika mereka terketuk, mereka bisa membantu kita untuk mengatasi masalah-masalah hutang kita.Berbuat Baik dengan Tenaga dan Fikiran
Seharusnya memang sedekah, namun gimana mau sedekah kalau uang aja tak ada? Sedekahlah dengan tenaga dan fikiran kita. Mulailah dengan wajah cerah dan penuh senyum. Bantu sebisa mungkin tetangga yang kerepotan.Sholat Hajat
Ini adalah amalan dari Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus Solo, beliau mengajarkan, jika terjadi masalah dalam hidup, untuk sholat hajat. Caranya:- Malam hari, waktunya boleh kapan saja, yang penting sudah sholat Isyak dan ba'diyah Isyak. Cari tempat yang sepi, tidak terganggu siapapun
- Shalat hajat 2 rakaat, rakaat pertama baca surat Al-kafirun, rakaat kedua surat Al-ikhlas
- selesai shalat, duduklah dengan nyaman, dan baca "Hasbunalloh wa ni'mal wakiil" sebanyak 450 kali. Resapi maknanya: "Cukuplah Allah sebagi penolong"
- Selesai baca, berdoalah pada Allah dengan menagis
- Lakukan ini sampai 7 malam berturut-turut, tidak boleh terputus. Jika terputus, ulangi sebagai hari pertama.
Do'a Melunasi Hutang
Doa yang diajarkan Rasullullah SAW:اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari)
Kisah dari Habib Umar bin Al-Hafiz dan Amalan Pelunas Hutang
Reviewed by #
on
August 30, 2015
Rating:
Reviewed by #
on
August 30, 2015
Rating:

No comments: