Post Top Ad

Cari Di Blog Ini

Saturday, November 19, 2016

Masjid Asyuhada, Wisata Religi Islami di Kampung Bugis Bali

Ketika berwisata ke Bali, sangat indah jika Anda menengok cerita pusat kebudayaan Islam di Bali ini. Tepatnya di Kampung Bugis, Kelurahan Serangan, Denpasar. Tempat ini juga merupakan satu di antara kawasan Muslim di kota Denpasar, Bali.

Itu Artinya, Bali tak hanya di kenal sebagai wisata dengan pernak-pernik pulau dewata. Namun juga terdapat sejarah kebudayaan Islam di Bali. Di Kampung Bugis inilah lokasi Tak hanya dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Muslim, namun berbagai sejarah masuknya Islam di Serangan hadir di tempat ini.

Baca Juga

Cara Mengatasi Masa PUBERTAS-TANYA JAWAB    

Payudara Anak Cepat Tumbuh, Pelajari Sebabnya Disini    

Cara Memainkan Payudara untuk Kepuasan Istri        

Usia Mayoritas Masa Pubertas Anak    

Jika Melihat Payudara Mulai Tumbuh, Ini yang harus Anda lakukan


Cisilia Agustina Siahaan penulis di Tribun Bali mengatakan Kawasan di Kampung Bugis memiliki lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK). Lokasi ini menghadirkan beberapa situs dan peninggalan bersejarah terkait masuknya peradaban islam pada abad ke-17 ke Pulau Serangan.

Di antaranya adalah Masjid Assyuhada, Al-Quran Kuno, Kompleks Makam Kuno, dan Rumah Adat Bugis.

“Pertama kali, dulu ada seorang tokoh, namanya Syeikh Haji Mu'min dari Ujung Pandang, yang kabur dari tempat asalnya saat zaman penjajahan VOC, makamnya pun ada di kampung ini," Haji Mansyur, sesepuh di Kampung Bugis Serangan kepada Tribun Bali.

"Menurut peneliti, berdasarkan ukiran dan apa yang tercantum di batu nisan kuburan, ada petunjuk ini telah ada sejak abad ke-17," tambahnya.

Syeikh Haji Mu'min, lanjutnya, juga yang menjadi penggagas berdirinya Masjid Assyuhada, masjid tertua di Kampung Bugis Serangan.

Menurut cerita masyarakat setempat, pembangunan masjid tersebut merupakan bentuk hadiah Raja Badung kepada Saehaji Mu'min, yang sukses membantunya memenangkan perang pada masa peperangan zaman dahulu.

“Waktu zaman perang dulu, Raja Badung meminta bantuan kepada Syeikh Haji Mu'min. Dan dalam peperangan itu, mereka bisa menang, yang kemudian sebagai bentuk hadiah, Raja Badung memberikan segala bantuan untuk keperluan membangun masjid ini,” tambah pria berusia 75 tahun ini.


Awalnya, Syeikh Haji Mu’min hanya meminta izin dan bantuan untuk membuat mushola saja, namun Raja Badung memberikan tawaran yang lebih, yaitu sekalian membuat masjid.

Konon Raja Badung menawarkan terserah ingin sebesar apa masjid tersebut, begitu menurut cerita yang Haji Mansyur dapatkan dari para leluhurnya. Hingga saat ini, masjid tersebut pun masih berdiri kokoh.

Di Kampung Bugis Serangan, Bahasa Bugis digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Selain Masjid Assyuhada, satu lagi yang juga menjadi ikon Kampung Bugis Serangan yaitu makam kuno.

Di makam inilah, khusus masyarakat Muslim Kampung Bugis dimakamkan saat sudah meninggal dunia, mulai dari tokoh-tokoh bersejarah hingga ulama. Salah satunya makam Syeikh Haji Mu’min, tokoh awal lahirnya Kampung Bugis Serangan.

Extra Ads