Skripsi Pariwisata Halal ; Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar
MENINGKATKAN POTENSI PARIWISATA SYARIAH DENGAN MENGOPTIMALKAN INDUSTRI EKONOMI KREATIF
(Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar)
Saat ini, Ekonomi Islam adalah bagian penting dari ekonomi global, terbukti dengan beberapa sektor ekonomi yang telah meningkat secara signifikan setelah menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dalam setiap produknya, seperti kuliner, keuangan, kosmetik, farmasi, dan bahkan pariwisata.
Salah satu sektor yang menjanjikan adalah sektor pariwisata karena merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan setiap orang dengan berbagai tujuan, mulai dari sebagai penghilang penat hingga hobby atau sekedar membelanjakan uang, mulai dari berbagai kalangan dan jenis agama serta Negara, sehingga menjadikan pariwsata merupakan kebutuhan yang tak terelakkan dari kehidupan yang kini telah berubah kasta dari kebutuhan tersier menjadi lifestyle.
Dengan berkembangnya industri pariwisata Syari’ah semakin membuktikan bahwa apabila ajaran dan aturan Islam diimplementasikan tidak akan menghambat kemajuan usaha-usaha yang sudah berjalan namun bahkan dapat lebih meningkatkan keunggulan komparatifnya. Trend wisata syariah sebagai salah satu pemenuhan gaya hidup saat ini telah menjadi kekuatan pariwisata dunia yang mulai berkembang pesat.
Terbukti pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi sognifikan terhadap pendapatan nasional Indonesia, Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menjelaskan bahwasanya dalam beberapa tahun terakhir ini, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional semakin besar. Ini terasa saat perekonomian nasional menghadapi krisis global, ketika penerimaan ekspor turun tajam. Pariwisata mengalami peningkatan kontribusinya naik dari 10% menjadi 17% dari total ekspor barang & jasa Indonesia dan posisinya sebagai penyumbang devisa terbesar meningkat dari peringkat 5 menjadi peringkat 4 dengan penghasilan devisa sebesar 10 Miliar USD.1
Apalagi saat ini Indonesia diketahui sebagai Negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk Muslim sebesar 207.176.162,2 maka sudah sepatutnya sektor pariwisata melihat hal ini sebagai sebuah pasar baru yang cukup potensial, dengan menggabungkan konsep wisata dan nilai-nilai ke Islaman maka pariwisata syari’ah dapat menjadi jawaban atas kondisi tersebut.
(Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar). [ Skripsi ]
Jika Anda tertarik bisa mendownloadnya di http.//repo.iain-tulungagung.ac.id/
(Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pola pikir masyarakat tentang konsep halal pada awalnya hanya sebatas makanan, minuman, kosmetik dan obat yang bebas dari penggunaan babi, darah, alkohol dan produk turunannya. Namun kini kesadaran masyarakat akan kebenaran meningkat tajam sehingga melahirkan evolusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan dari kebutuhan primer hingga pola hidup yang mulai mempertimbangkan aspek kehalalan.Saat ini, Ekonomi Islam adalah bagian penting dari ekonomi global, terbukti dengan beberapa sektor ekonomi yang telah meningkat secara signifikan setelah menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dalam setiap produknya, seperti kuliner, keuangan, kosmetik, farmasi, dan bahkan pariwisata.
Salah satu sektor yang menjanjikan adalah sektor pariwisata karena merupakan salah satu kegiatan yang dibutuhkan setiap orang dengan berbagai tujuan, mulai dari sebagai penghilang penat hingga hobby atau sekedar membelanjakan uang, mulai dari berbagai kalangan dan jenis agama serta Negara, sehingga menjadikan pariwsata merupakan kebutuhan yang tak terelakkan dari kehidupan yang kini telah berubah kasta dari kebutuhan tersier menjadi lifestyle.
Dengan berkembangnya industri pariwisata Syari’ah semakin membuktikan bahwa apabila ajaran dan aturan Islam diimplementasikan tidak akan menghambat kemajuan usaha-usaha yang sudah berjalan namun bahkan dapat lebih meningkatkan keunggulan komparatifnya. Trend wisata syariah sebagai salah satu pemenuhan gaya hidup saat ini telah menjadi kekuatan pariwisata dunia yang mulai berkembang pesat.
Terbukti pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi sognifikan terhadap pendapatan nasional Indonesia, Menparekraf (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menjelaskan bahwasanya dalam beberapa tahun terakhir ini, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional semakin besar. Ini terasa saat perekonomian nasional menghadapi krisis global, ketika penerimaan ekspor turun tajam. Pariwisata mengalami peningkatan kontribusinya naik dari 10% menjadi 17% dari total ekspor barang & jasa Indonesia dan posisinya sebagai penyumbang devisa terbesar meningkat dari peringkat 5 menjadi peringkat 4 dengan penghasilan devisa sebesar 10 Miliar USD.1
Apalagi saat ini Indonesia diketahui sebagai Negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan jumlah penduduk Muslim sebesar 207.176.162,2 maka sudah sepatutnya sektor pariwisata melihat hal ini sebagai sebuah pasar baru yang cukup potensial, dengan menggabungkan konsep wisata dan nilai-nilai ke Islaman maka pariwisata syari’ah dapat menjadi jawaban atas kondisi tersebut.
Disclaimer
Ulasan Diatas merupakan skripsi dari INNA ANIYATI, 1742143122 (2018) MENINGKATKAN POTENSI PARIWISATA SYARIAH DENGAN MENGOPTIMALKAN INDUSTRI EKONOMI KREATIF(Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar). [ Skripsi ]
Jika Anda tertarik bisa mendownloadnya di http.//repo.iain-tulungagung.ac.id/
Skripsi Pariwisata Halal ; Studi Kasus Kawasan Wisata Makam Bung Karno Blitar
Reviewed by #
on
October 10, 2017
Rating:
No comments: