Doa dan Cara Melunasi Hutang, Bayar Hutang dengan Halal, Cepat, dan Terjangkau
![]() |
| Ilustrasi Hutang |
Sebelum berbicara lebih luas tentang hutang, mari perhatikan doa yang diajarkan Rasullullah SAW untuk agar tidak terlilit hutang adalah sebagai berikut ;
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang." (HR. Bukhari)
Hutang biasanya cepat membengkak karena terjerat dengan tuntutan hidup atau gaya hidup mewah, banyak orang yang terjerat dalam hutang. Ketika itulah banyak yang mencari cara cepat bagaimana melunasi hutang. Cara islam adalah solusinya. Walaupun hutang sulit terbayar, namun sedikit tidaknya fikiran bisa tenang. Sebab karena fikiran yang tak tenanglah, "kebiasaan berhutang untuk membayar hutang bisa dikurangi"
Lalu bagaimana cara melunasi hutang jika sudah terlilit masalah hutang? Berikut adalah solusi yang telah disebutkan dalam Al Qur’an agar kita bisa cepat membayar/melunasi hutang secepatnya.
Sebagaimana diceritakan oleh Habib Umar bin al-Hafidz, Suatu ketika Seorang lelaki mendatangi kediaman Syaikh Sya’rawi. Kepada Syaikh, ia menjelaskan masalahnya. bahwa ia bekerja di tempat yang syubhat (tidak jelas antara halal dan haramnya pekerjaan tersebut). Pun dengan berbagai produk yang dihasilkan ditempat kerjanya.
Akibat pekerjaannya tersebut, lelaki itu menjalani kehidupan yang sangat jauh dari ketenangan. Rumah tangganya tidak bahagia. Istri dan anaknya banyak makar. Dan berbagai keburukan lainnya.
Setelah mendengarkan penuturan lelaki tersebut, Syaikh Sya’rawi berkata, “Wahai anakku, Keluarlah dari pekerjaanmu.”
“Bagaimana mungkin aku keluar dari pekerjaanku, sementara hutangku kian menumpuk? Anak, istri dan beberapa orang keluargaku masih membutuhkan nafkah dari diriku.” jawab lelaki tersebut.
“Wahai anakku,” ujar Syaikh Sya’rawi, ketahuilah bahwa dalam Al Qur’an dijelaskan,
وَ مَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً
‘Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya jalan keluar (atas semua persoalan).’” (QS. ath-Thalaq [65]: 2)
Syaikh Sya’rawi melanjutkan pertanyaannya, “Mana yang lebih dulu disebutkan? Jalan keluar atau Taqwa?”
Sangat jelas disebutkan dalam ayat diatas, Bahwa Allah Ta’ala lebih dulu menyebutkan kata ‘taqwa’, baru kemudian ‘jalan keluar’.
Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan jalan keluar terlebih dahulu sementara diri kita berada dalam kemaksiatan dan berbagai amal keburukan lainnya?
Akhirnya, lelaki itu mau mengikuti nasihat Syaikh Sya’rawi, atas hidayah dari Allah Ta’ala. Tak lama kemudian, ia keluar dari pekerjaannya dan melamar pekerjaan yang lebih baik, bayarannya pun jauh lebih besar hingga akhirnya bia untuk menyicil hutangnya.
Beberapa bulan selanjutnya, lelaki itu dipindahkan ke Kuwait, kemudian dipindah ke Arab Saudi, dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah.
“Dia,” terang Habib Umar bin al-Hafidz, “mau memperbaiki dirinya, kemudian Allah Ta’ala melunasi hutangnya, kehidupannya pun menjadi lebih baik. Maka dari itu, wahai Saudaraku, Bertaqwalah kepada Allah, insyaallah dengan izin Allah jalan keluar akan terbuka. Bagaimana mungkin engkau minta jalan keluar sementara dirimu tidak bertaqwa (berada dalam kemaksiatan)?”
Mungkin, banyak di antara kita yang pernah membaca ayat diatas bahkan menghafal dengan maknanya. Namun, ada begitu banyak yang masih tenggelam dalam berbagai persoalan, padahal sudah mengetahui solusinya.
Bukankah Allah Ta’ala dengan sangat jelas menyebutkan, bertaqwalah maka akan diberikan jalan keluar. Dan amatlah mustahil diberi jalan keluar sementara diri masih bergelimang dalam sia-sia, dosa, dan maksiat.
Doa dan Cara Melunasi Hutang, Bayar Hutang dengan Halal, Cepat, dan Terjangkau
Reviewed by #
on
August 30, 2017
Rating:
Reviewed by #
on
August 30, 2017
Rating:

No comments: