Post Top Ad

CARI DI GOOGLE

Thursday, May 17, 2018

Rilis LSI, TGB Cawapres Potensial Dampingi Jokowi dan Prabowo

Merdeka.com (sumber). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru terkait sosok potensial menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) sebagai Cawapres di Pilpres 2019.

TGB Digoyang Kasus Korupsi, Ini yang Punya Kerjaan


Peneliti LSI Adjie Alfaraby menilai, ketika petahana presiden memilih calon wakil presiden, elektabilitas sang calon wakil presiden tak lagi menjadi pertimbangan utama. Contohnya saat Boediono dalam Pemilu Presiden 2019. Boediono dipilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai cawapres meski dari sisi elektabilitas, saat itu posisi Boediono sangat rendah.

Baca Juga : Dalil-Dalil Amalan Sunnah Di Bulan Rhamadhan


"Ketika elektabilitas capres sudah tinggi, pertimbangan elektabilitas bukan lagi hal utama. LSI Denny JA mengembangkan indeks kelayakan cawapres," kata Adjie dalam siaran pers, Selasa (15/5).

Dia menjelaskan ada enam kriteria menjadi indikatornya. Di samping elektabilitas, indikator lain adalah dukungan partai, kemampuan memerintah, akomodasi kelompok politik, kesesuaian personaliti dengan capres yang bersangkutan dan kemampuan membawa dana kampanye.

Setiap indikator diberi nilai 1 sampai 10. Semakin tinggi skor semakin baik sang calon wapres. LSI lalu mengundang 30 panelis untuk memberikan penilaian ahli dan skor. Dibuatkan nilai rata rata dari skor itu.

KLIK : Manfaat Al-Qur'an Bagi Ibu Hamil


"Hasilnya cukup menarik. Untuk calon wapres Jokowi, dibagi ke dalam tiga latar belakang. Jika latar belakangnya partai politik, Airlangga Hartarto dari Golkar di rangking satu. Ia diikuti oleh Budi Gunawan dan Puan Maharani dari PDIP." katanya.

Jika latar belakang militer, Moeldoko mendapatkan skor tertinggi diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono, dan Gatot Nurmantyo. Jika latar belakang tokoh Islam, skor tertinggi diraih TGB Zainul Majdi, diikuti Muhaimin Iskandar dan Romahurmuziy.

Baca : 10 Mimpi Buruk yang Berarti Baik


"Sementara, jika capresnya Prabowo, skor indeks kelayakan wapres tertinggi adalah Ahmad Heryawan, Muhaimin Iskandar, TGB Zainul Majdi," katanya.

Jika Gatot Nurmantyo yang menjadi capres, indeks skor kelayakan cawapres tertinggi adalah Muhaimin Iskandar, diikuti Agus Harimurti Yudhoyono dan Ahmad Heryawan.

LSI Denny JA juga menemukan Jokowi tetap sebagai capres tertinggi dengan elektabilitas 46 persen. Namun ditemukan 5 alasan yang dapat membuat elektabilitas Jokowi goyah. Antara lain isu Tenaga Kerja Asing, ketidakpuasan ekonomi terutama isu lapangan kerja dan Islam Politik.

Survei LSI Denny JA dilakukan tanggal 28 April-5 Mei 2018. Total responden di 34 provinsi, sebanyak 1200. Wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen. [rzk]

Sumber : Merdeka.com

Baca Juga :

Khasiat Sholawat Nariyah untuk Rizki
KUMPULAN PUISI GOENAWAN MUHAMMAD
KUMPULAN PUISI TAUFIK ISMAIL TERLENGKAP
KUMPULAN PUISI W.S.RENDRA TERLENGKAP   
Kumpulan Puisi Chairil Anwar Terlengkap   
Contoh Puisi Lengkap dan Contoh Prosa Liris

Cari Di Blog Ini

Extra Ads