Cinta Tai..!!! Ini Kisah Cewek yang Buka Hijab dan Dizinahi Berkali-kali

Kuliah di Bandung di kampus ternama adalah impian CN sejak masih duduk di kelas satu SMA.

Impian bukan sekadar dibiarkan di dunia impian, CN berusaha menariknya ke dunia nyata. Dia belajar seolah tak kenal waktu, dan melebihkan usaha di atas siswa kebanyakan.

Alhasil berulang kali dia menang Olimpiade Fisika dan Karya Tulis Ilmiah serta kerap dipanggil lebih awal saat pembagian raport karena selalu masuk ranking 3 besar. Prestasi non akademiknya pun gemilang, pernah terpilih sebagai pasukan pengibar bendera tingkat provinsi dan duta pariwisata kabupaten setempat.

Dengan segudang prestasi tersebut, ditambah kecantikan alami khas Indonesia, wajar saja gadis yang suka mengenakan hijab putih itu bak bintang terang yang cahaya pesonanya menyilaukan mata laki-laki. Sudah puluhan kali dia ditembak, bahkan seorang guru olahraga yang belum menikah pun terang-terangan menyatakan cinta padanya.

Namun semua ditolak. CN punya prinsip 'pacaran setelah pernikahan.' Singkat cerita CN berhasil masuk ke PTN ternama di Bandung. Semangat belajarnya semakin menggebu-gebu. Label sang bintang pun kembali tersemat pada dirinya. Kini laki-laki yang mengharap cintanya jauh lebih banyak dari sebelumnya. Seperti sebelum-sebelumnya dia menolak secara halus nan sopan kepada para lelaki yang menyatakan cinta.

Prinsipnya semakin kokok setelah mengikuti lingkaran pengajian yang diadakan rutin oleh Lembaga Dakwah Kampus. Hijabnya pun sudah lebih sopan sesuai aturan, dia memanjangkan hijab sampai menutup dada. Tibalah ujian keimanan itu datang. Liburan semester sebelum pulang kampung dia bersama teman-teman satu jurusan menyelenggarakan outbound di sekitar wilayah Gunung Manglayang.

Mereka menginap dalam satu Villa. Awalnya CN menolak tidak ingin ikut dengan alasan kurang nyaman saja kalau cowok cewek dalam satu atap rumah sekalipun itu beramai-ramai. Tapi karena dipaksa dan dibujuk oleh teman-teman, CN menyerah juga.

Saat melakukan lomba tarik tambang, regu CN tersungkur karena kejahilan regu lawan yang ternyata sudah punya rencana tiba-tiba melepaskan tambang serentak ketika regu CN sedang kuat-kuatnya menarik.
Di situlah tanpa sengaja CN terjatuh ke pelukan laki-laki berbadan tegap, seorang jawara basket kebanggaan kampus.

"Kamu gak apa-apa kan?" Pertanyaan sederhana yang disertai senyum sederhana itulah membuat degup jantung CN berdetak kencang. CN tidak menjawab hanya tersenyum mengangguk.

"Cie cie ciee."

Gemuruh berisik teman-teman pun tak terhindarkan. CN semakin tersipu malu dan berkecamuk rasa tak tentu apa itu. Malam harinya setelah nonton bareng di layar projector, lampu tiba-tiba padam. Cewek pun menjerit. CN hanya duduk membatu memeluk lutut. Mengamankan diri dari kemungkinan buruk. Beberapa saat kemudian ada cahaya lilin melingkari angka 19.

Nyanyian selamat ulang tahun itu pun bergema memecah kesunyian malam diiringi suara gitar yang kalah besar oleh suara penyanyi tak beraturan nada. Kue ulang tahun itu kini tepat di depan CN.

"Selamat ulang tahun. Aku sudah siap dengan jawabanmu yang terbiasa menolak.
Tapi setidaknya aku bisa puas setelah mengatakan ini, aku sangat mencintaimu, maukah kau jadi pacarku." Ucap pemuda yang menjadi bantal CN saat terjatuh di game tarik tambang. Penontonpun bersahut-sahutan mengucap, "oouh, ouuuh. ouuh." Dan aneka-aneka bunyian yang mengungkap rasa romantis. Pertahanan iman CN jebol malam itu.

Dia menerima cinta si jago basket. Mereka pun resmi mendapat label 'sedang berpacaran'. Selepas itu CN merasa hidupnya lebih nyaman dan bersemangat. Dia pun kerap mencari-cari dalil pembenaran tentang pacaran itu diperbolehkan. "Ah kan gak ngapa-ngapain cuma ngobrol dan jalan bareng aja. Bagaimana bisa mengenal calon suami kalau tidak lewat pacaran.

Ntar kayak beli kucing dalam karung." Bisik hatinya. CN sering mengerjakan tugas bareng dengan cowoknya. Terlebih si cowok itu memang kurang dalam hal akademik. Sesekali di akhir pekan mereka nonton di bioskop, dan jalan-jalan ke taman. Mereka hanya berpegangan tangan. Si cowok juga tidak pernah minta macam-macam. Tidak pernah memeluk, tidak pernah mencium.

CN semakin yakin cowoknya adalah orang baik-baik, dia senang keputusannya pacaran bukan keputusan buruk. Sebulan berlalu pacaran, mereka semakin sering terlihat bersama. Pergi ke kampus bersama, pulang bersama, makan siang bersama. Banyak aktivitas yang dilakukan bersama. Hati CN tambah berbunga-bunga. Suatu akhir pekan CN diajak pacarnya untuk jalan-jalan ke tempat wisata yang jaraknya cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan.

"Air terjunnya bagus loh. Ni gambarnya." Rayu si cowok pada CN. Karena sudah terlanjur sangat percaya pada cowoknya CN pun nurut saja. Air terjun itu terlihat masih alami. Aksesnya pun masih buruk. Harus melewati jalanan berlumpur dan batu-batu besar. Beberapa kali motor yang mereka kendarai terhuyung-huyung hampir jatuh. Perjalanan berat itu terbayarkan setelah sampai di tujuan. Air terjun yang dituju lebih indah dari foto yang dilihat CN.

Mereka pun keasyikan bermain air, bersama beberapa pengunjung lainnya. Tanpa sadar, baju CN basah kuyup dan menerawang. Sumber Ilustrasi: vemale.com Si cowok meneguk liur dan mengajak CN foto selfie sambil melingkarkan tangan ke pinggang. CN tidak menolak, lebih tepatnya sudah terlanjur terlarut dalam kesenangan. Hampir satu jam bermain air, ujung-ujung jari sudah mengeriput. Mereka pun berganti pakaian.

Dan menyantap mie instan hangat di pondok-pondok paling tinggi yang cukup jauh dari tangkapan mata pengunjung lain. Dengan suasana dingin berkabut ala perbukitan, nuansa yang begitu mendukung beromantis ria. Saat itulah si cowok mulai berani melakukan hal lebih. CN pun gelap mata, dia pun rela membuka hijab setelah ditantang apakah CN benar-benar percaya dan cinta.

Tidak hanya itu terjadilah adegan yang harus disensor.
Tidak sampai berhubungan badan, tetapi hampir semua bagian privasi CN sudah dinikmati oleh laki-laki yang bukan suaminya. Duhai para pembaca terutama kaum wanita. Pacaran adalah gerbang zina. Pembohong besar kalau ada yang bilang dia pacaran tapi tidak melakukan aneka zina, atau bahkan bilang 'pacaran kami islami kok'.

Sadarilah bahwa mata bisa berzina dengan melihat, tangan juga bisa berzina dengan memegang. Kemudian berpotensi besar bergeser ke tahap mengerikan lainnya. Seperti CN yang pada mulanya cuma pegangan tangan, lama-kelamaan keenakan, dan saat ada kesempatan melakukan perbuatan dosa yang lebih hina, membuka hijab di depan laki-laki yang bukan mahramnya, dan lebih parah lagi rela sekujur tubuhnya dizinahi. Duhai para gadis, jangan mau dirimu direndahkan oleh cowok pengecut yang berani memacari.

Dengan dirimu saja dia berani memegang, memeluk, mencium dan aneka perbuatan keji lainnya, maka bukanlah hal sulit baginya kelak saat menjadi suamimu melakukan hal yang sama pada wanita lainnya. Calon Imam yang baik mana mungkin berani melakukan perbuatan zina.

Dia sangat Takut pada murka Tuhannya. Dia sadar bahwa istilah pacaran adalah nama lain dari hubungan 'perzinahan'. Sehingga dia hanya akan berani menikmatimu setelah menghalalkanmu di depan penghulu.

Sumber: Kisah ini Terinspirasi dari Kejadian Nyata yang dilansir dari regional.kompas.com (16 Mei 2018) Sumber Pendukung: dalamislam.com (24 November 2015)
Ilustrasi
Cinta Tai..!!! Ini Kisah Cewek yang Buka Hijab dan Dizinahi Berkali-kali Cinta Tai..!!! Ini Kisah Cewek yang Buka Hijab dan Dizinahi Berkali-kali Reviewed by # on December 30, 2018 Rating: 5

No comments:

Post Top Ad

Powered by Blogger.