Post Top Ad

CARI DI GOOGLE

Friday, November 25, 2011

Lunasi Hutang Produktif dan Konsumtif dengan 4 Cara ini

Apakah kamu termasuk seseorang yang jumlah hutangnya lebih besar dari aset yang kamu miliki?. Hutang merupakan salah satu hal yang ditakuti oleh banyak orang. Hutang merupakan kebalikan dari aset, di mana semakin banyak hutang justru menunjukkan semakin kecil tingkat kekayaan seseorang.
Sumber : Helomoney.co.id

Pada dasarnya, hutang bukanlah sesuatu yang buruk. Hutang terdiri dari dua jenis: Hutang produktif dan hutang konsumtif. Hutang produktif merupakan hutang yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan yang mendatangkan manfaat finansial secara langsung, seperti pinjaman untuk modal usaha. Sebaliknya, hutang negatif merupakan hutang yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya konsumtif, misalnya pinjaman untuk pergi berlibur.



Managing Director dari situs pembanding produk keuangan paling populer di Indonesia HaloMoney.co.id, Jay Broekman, menyatakan bahwa apapun jenis hutangnya, akan lebih bijak jika pengajuan hutang didasarkan pada kemampuan finansial debitur.


    “Jika kita berhutang melebihi kemampuan finansial kita, maka kita memiliki risiko yang tinggi untuk pailit atau gagal bayar hutang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perkirakan cicilan hutang per bulan dan bandingkan dengan sisa uang yang tidak digunakan untuk apapun. Kalau lebih kecil, maka kamu aman untuk berhutang,” kata Jay.

Lantas, bagaimana jika sudah terlanjut berhutang dan kesulitan untuk memenuhi pembayaran hutangmu? Berikut ini merupakan 4 cara melunasi hutang dengan cepat yang bisa kamu coba:


1. Pakai Tabungan



Tabungan dibentuk tentunya untuk suatu tujuan, seperti tabungan pendidikan atau tabungan pensiun. Kalau kamu memiliki tabungan dana darurat dan pinjaman yang kamu lakukan sudah mendesak untuk dilunasi, kamu bisa saja menggunakan tabungan dana darurat tersebut agar tidak terjerat bunga hutang.

Kalau pinjaman yang kamu peroleh berasal dari keluarga, sebaiknya kamu bernegosiasi agar jangka waktu pelunasan pinjaman diperpanjang. Tapi, kamu harus memiliki komitmen untuk melunasinya dari penghasilan kamu sehari-hari.


2. Cairkan produk investasi yang kamu punya



Kalau kamu sudah memiliki investasi seperti emas atau deposito, kamu bisa melakukan pencairan atas produk tersebut untuk melunasi pinjaman. Pinjaman sebaiknya cepat dilunasi agar tidak menimbulkan beban bunga yang besar jika ditunda terus.

Setelah kamu berhasil melunasi pinjaman tersebut, jangan lupa untuk menyisihkan penghasilan kamu dan memulai investasi kembali. Produk investasi memiliki nilai manfaat keuangan jangka panjang, sehingga cukup penting untuk kamu miliki.

3. Gadaikan Barangmu



Cara lain untuk mendapatkan uang dengan cepat adalah dengan menggadaikan barang. Kamu bisa menggadaikan perabotan, perhiasan, atau benda lain untuk mendapatkan dana segar. Kalau kamu sudah melunasi pinjaman dan arus kas kamu sudah stabil, kamu bisa menebus barang yang kamu gadaikan sebelumnnya.

Cara lainnya, kamu bisa jual barang-barang tersebut di situs penjualan barang bekas, meski kemungkinan uang yang kamu peroleh tidak datang secepat dari menggadaikan barang.


4. Minta pemutihan pinjaman



Namun, hal ini tentunya tidak mudah. Jika pinjaman kamu berasal dari keluarga, kamu bisa mencoba negosiasi dengan mengganti pelunasan pinjaman tersebut dengan hal lain. Misalnya, memberikan kursus pelajaran gratis untuk anak tante kamu, atau membantu usahanya tanpa dibayar untuk beberapa periode yang disepakati.

Artikel Penting tentang Hutang


Cari Di Blog Ini

Extra Ads